New to site?


Login

Lost password? (close)

Already have an account?


Signup

(close)
27
Mar
12 Langkah Mencegah Gagal Klaim

Kasus gagal klaim banyak mengemuka di media dan merupakan penyebab utama konflik antara perusahaan asuransi & nasabah. Sebenarnya, baik pihak nasabah maupun perusahaan asuransi (yang diwakili oleh agen asuransi) sama-sama berpeluang menjadi penyebab kegagalan suatu klaim asuransi.

Lalu, langkah-langkah apa saja yang perlu nasabah perhatikan supaya tidak terjadi kegagalan klaim?

  1. Gunakan selalu akal sehat & nalar saat menerima penjelasan dari agen asuransi. Jika suatu hal tampak terlalu indah, mungkin itu memang bukan hal yang sebenarnya.
  2. Catat hal-hal penting yang disampaikan oleh agen asuransi kemudian konfirmasikan ulang ke kantor atau call centre perusahaan asuransi tersebut. Agen mungkin saja melakukan kesalahan entah disengaja ataupun tidak.
  3. Data pribadi & kesehatan nasabah yang diisikan ke dalam formulir permohonan asuransi harus benar & apa adanya. Ingatkan juga agen asuransi yang membantu mengisikan formulir tersebut.
  4. Saat agen asuransi menyerahkan polis mintalah kepada agen itu untuk menjelaskan ulang ringkasan manfaat dan ketentuan polis yang dimiliki nasabah. Luangkan waktu untuk membaca & memahami isi polis.
  5. Beritahu orang-orang dekat nasabah mengenai kepemilikan polis tersebut agar mereka bisa mengurus klaim jika terjadi musibah pada tertanggung. Klaim yang dilakukan setelah melewati masa kadaluarsa tidak bisa diproses.
  6. Pastikan premi selalu terbayar saat jatuh tempo. Polis yang tidak terbayar preminya hingga batas waktu yang ditentukan akan lapse / non-aktif. Polis yang non-aktif tidak berhak mengajukan klaim.
  7. Secara berkala (misal : sekali dalam sebulan) nasabah bisa memantau status polisnya dengan mengakses Allianz eAZy Connect. Pastikan polisnya selalu dalam kondisi aktif.
  8. Setiap produk perlindungan memiliki masa tunggu yang perlu diketahui nasabah. Masa tunggu perlindungan jiwa berbeda dengan masa tunggu untuk kondisi sakit kritis/critical illness (CI) ataupun manfaat lainnya.
  9. Jika terjadi musibah meninggal dunia periksa kembali ketentuan polis mengenai hal-hal yang membatalkan hak klaim. Misal, meninggal karena bunuh diri sebelum usia polis 1 tahun tidak berhak mengajukan klaim.
  10. Jika terjadi musibah terkait kondisi Critical Illness (CI) periksa kembali ketentuan polis mengenai tahapan CI (termasuk tahap awal atau tahap lanjut) dan masa bertahan hidupnya / survival period.
  11. Jika terjadi musibah meninggal dunia atau CI yang disebabkan oleh kondisi yang dikecualikan / sakit yang sudah diidap sebelum memiliki polis maka klaim juga tidak bisa diajukan.
  12. Lengkapi dokumen klaim sesuai dengan ketentuan yang telah diatur di dalam polis. Namun, yang paling penting adalah dokumen tersebut bukan hasil manipulasi.

Nasabah perlu juga memahami jika perusahaan asuransi menjanjikan akan menyelesaikan proses klaim dalam waktu “X” hari maka “X” hari itu dihitung sejak dokumen klaim yang dibutuhkan sudah lengkap & sah menurut hukum, bukan sejak klaim pertama kali diajukan.

Untuk memperoleh hasil yang sesuai dengan keinginan memang kita harus rela bersusah payah. Lakukan langkah-langkah di atas jika nasabah ingin memetik manfaat dari asuransi. Jika diabaikan, akan berujung pada kekecewaan & penyesalan karena premi yang telah dibayarkan bertahun-tahun tidak mampu melindungi nasabah dari kesulitan finansial.

Sukai & Bagikan Artikel Kami :

    Menu
    error: Mohon untuk tidak menyalin isi blog ini.