New to site?


Login

Lost password? (close)

Already have an account?


Signup

(close)
11
Apr
Citius, Altius, Fortius Rasa Asuransi (3)

…Sambungan dari Citius, Altius, Fortius Rasa Asuransi (2).

  1. Fortius (Lebih Kuat)

Ilmu Fisika mengajarkan kepada kita bahwa dalam suatu rangkaian mata rantai yang diberi tegangan cukup kuat akan terjadi kegagalan ikatan alias putus. Pertanyaannya : di bagian manakah dari untaian rantai tersebut yang akan putus? Jawabannya : rantai akan putus pada bagian yang paling lemah. Tidak peduli jika sebagian besar mata rantai sanggup menahan tegangan sebesar 1 ton bahkan mungkin 2 ton. Namun, jika pada rangkaian yang sama terdapat satu saja mata rantai yang ternyata hanya sanggup menahan beban 0,5 ton maka di situlah rantai akan putus seandainya keseluruhan rangkaian dibebani tegangan 1 ton.

Kita umpamakan keluarga kita, baik keluarga inti maupun keluarga besar, adalah suatu rangkaian rantai keluarga. Masing-masing mata rantai tersebut adalah ayah, ibu, anak, dan mungkin juga orang-orang yang menjadi tanggung jawab keluarga tersebut. Salah satu mata rantai keluarga itu (misalnya ayah / suami) memiliki proteksi terhadap sakit kritis (CI / Critical Illness), sedangkan mata rantai yang lain belum terlindungi. Jika terjadi risiko CI pada sang pencari nafkah utama maka keluarga tersebut akan memperoleh santunan yang mampu memperkuat kondisi finansial mereka. Bagaimana jika yang terkena risiko CI adalah “mata rantai” selain ayah / suami? Konsekuensinya, rangkaian rantai keluarga tersebut terancam masalah finansial (biasanya dampaknya signifikan) karena seluruh sumber daya keluarga akan diarahkan menanggung beban salah satu mata rantai yang terkena CI.

Usahakan seluruh anggota keluarga kita, minimal keluarga inti, memiliki perlindungan yang cukup sesegera mungkin tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan keluarga. Seluruh mata rantai keluarga yang terlindungi dengan baik memperbesar peluang keluarga tersebut menjadi  lebih kuat menghadapi bencana finansial.

Mungkin tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Coubertin bahwa semboyan yang ia cetuskan mirip dengan prinsip dalam berasuransi. Namun, prinsip ini akan terus mengingatkan kita bahwa berasuransi adalah salah satu langkah penting dalam hidup yang tidak boleh ditunda, tidak bisa sekedarnya, dan harus mampu melindungi minimal keluarga inti kita. Terima kasih, Coubertin !

Sukai & Bagikan Artikel Kami :

    Menu
    error: Mohon untuk tidak menyalin isi blog ini.