New to site?


Login

Lost password? (close)

Already have an account?


Signup

(close)
21
Jul
Cukupkah Uang Pertanggunganku ?
  • Author
    proteksiatoz.net
  • Comments
    0 Comments
  • Category

Menurut www.bisnis.com tanggal 19 Maret 2018, tingkat penetrasi asuransi jiwa di Indonesia masih di kisaran 7%. Angka itu dihitung dari jumlah tertanggung perorangan dibandingkan dengan total jumlah penduduk, berarti dari setiap 15 orang penduduk hanya 1 orang yang memiliki 1 polis asuransi. Bandingkan dengan Singapura yang memiliki tingkat penetrasi 300% (1 penduduk punya 3 polis) atau Jepang dengan tingkat penetrasi 600% (1 penduduk punya 6 polis).

Sudah umum diketahui bahwa tingkat penetrasi asuransi Indonesia termasuk yang terendah di Asia karena masyarakat belum sepenuhnya paham mengenai asuransi. Ketidakpahaman tentang asuransi ini bukan hanya mengenai mengapa mereka harus punya asuransi, siapa saja yang perlu punya asuransi dan jenis asuransi apa yang harus mereka miliki namun juga berapa banyak asuransi yang harus dimiliki. Kata “berapa banyak” di sini tidak mengacu pada jumlah polis, namun pada besaran UP (Uang Pertanggungan) yang tersedia. Masih banyak nasabah yang merasa sudah cukup dengan 1 polis saja padahal UP-nya masih kurang. Mereka menolak mengambil polis baru semata-mata karena “sudah punya polis” seolah-olah polis tersebut bisa awet seperti perabot rumah tangga dari kayu jati. Buku polisnya memang awet, namun apakah manfaat polis tersebut akan “awet berguna” bagi kelangsungan keluarga saat kondisi darurat terjadi ?

Prinsip umumnya adalah UP harus bisa menjamin seluruh anak dalam suatu keluarga bisa menyelesaikan pendidikan tingginya saat sang pencari nafkah utama berhenti produktifitasnya entah karena meninggal atau terkena kondisi kritis. Asumsinya, setelah anak menyelesaikan pendidikan tingginya diharapkan dia bisa mandiri sepenuhnya bahkan bisa membantu menopang kehidupan keluarga. Jangan lupa memasukkan faktor kenaikan biaya pendidikan di Indonesia yang berkisar 10%-20% saat menghitung biaya pendidikan anak sekian tahun ke depan.

Hitung-hitungan UP tersebut masih tergolong minimal. Idealnya adalah jumlah UP yang bisa menjamin standar hidup keluarga tetap sama seperti saat masih ada pencari nafkah utama yang produktif. Berarti aspeknya bukan hanya pendidikan saja namun seluruh aspek kehidupan keluarga. Ini tentu saja butuh UP yang jauh lebih besar lagi. Nah, pilihan ada di tangan anda mau menempuh jalan yang mana. Tapi, ngomong-ngomong, berapa sih Uang Pertanggungan anda sekarang?

Sukai & Bagikan Artikel Kami :

    Menu
    error: Mohon untuk tidak menyalin isi blog ini.