New to site?


Login

Lost password? (close)

Already have an account?


Signup

(close)
19
Apr
Mau Klaim? Hidup Dulu

Tahapan klaim adalah proses yang paling mendebarkan jantung, baik nasabah maupun agen asuransi. Walaupun keberhasilan atau kegagalan suatu pencairan klaim dipengaruhi oleh banyak faktor (baca artikel : 12 Langkah Mencegah Gagal Klaim) nasabah dan agen asuransi sama-sama ingin agar klaim tersebut bisa cair. Jika cair maka agen merasa sudah lengkap tugasnya membantu nasabah sedangkan nasabah tentu saja akan sangat terbantu kondisi finansial keluarganya.

Untuk mencairkan suatu klaim sudah banyak dipahami bahwa hal tersebut memerlukan banyak sekali persyaratan dan prosedur. Ini sebenarnya juga demi keamanan kepentingan ahli waris yang sah. Namun, jika dicermati, ketentuan pencairan klaim tidak melulu urusan dokumen medis & administratif yang bertumpuk tebalnya ataupun mengenai kondisi penyakit yang diderita oleh nasabah. Ada hal lain yang sering sekali luput dari perhatian nasabah (agen juga, kadang-kadang) yaitu Survival Period / Masa Bertahan Hidup (MBH).

Definisi MBH secara ringkas adalah suatu masa yang harus dilewati oleh nasabah/pasien dalam kondisi hidup sebelum yang bersangkutan mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi. Ketentuan ini umumnya hanya berlaku pada produk-produk yang terkait dengan kondisi sakit kritis (critical illness / CI) apapun perusahaan asuransinya. Sedangkan klaim untuk uang pertanggungan meninggal yang disebabkan oleh non-CI tidak memerlukan persyaratan MBH. Jadi, saat nasabah terdiagnosa suatu kondisi sakit kritis, dia juga harus memastikan persyaratan MBH nya. Apakah bisa langsung mengajukan klaim atau harus menunggu MBH terpenuhi.

Berapa lama MBH yang harus dipenuhi oleh nasabah? Jawabannya bisa bervariasi; mulai dari 0 hari, 7 hari, 14 hari, bahkan ada yang 30 hari. Semakin singkat MBH maka semakin bermanfaat bagi nasabah karena peluang untuk berhasil melakukan klaim semakin besar. Saat nasabah menderita kondisi sakit kritis seperti kanker atau gagal ginjal mungkin yang bersangkutan masih bisa bertahan hidup 30 hari bahkan lebih. Namun, dalam banyak kejadian serangan jantung maupun stroke, nasabah bisa saja tidak mampu bertahan lebih dari 7 hari. Oleh karenanya, pastikan produk CI yang kita ambil sudah sesuai dengan apa yang kita butuhkan.

Sebagai perusahaan asuransi yang sangat peduli dengan keluarga Indonesia, Allianz menyuguhkan 3 produk CI yang jangka waktu MBH nya termasuk paling singkat di dunia asuransi jiwa di Indonesia. Produk tersebut adalah :

  1. Critical Illness 100, dengan Masa Bertahan Hidup hari.
  2. Critical Illness Plus, dengan Masa Bertahan Hidup hari.
  3. Critical Illness Accelerated, dengan Masa Bertahan Hidup hari.

Untuk perlindungan yang lebih lengkap, nasabah sebaiknya menggabungkan produk CI yang memiliki MBH 0 hari & 7 hari karena masing-masing produk tersebut memiliki keunggulannya sendiri-sendiri. Sebagai pelengkap pemahaman, demikian contoh skenario MBH : Pak Dungdung baru saja menyantap gulai otak kesukaannya. Tiba-tiba, beliau berjalan terhuyung-huyung ke depan dan ke samping mirip orang mabuk. Sekejap kemudian Pak Dungdung tersungkur tak sadarkan diri lalu dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan koma. Setibanya di RS, Pak Dungdung menghadap Sang Pencipta.

  1. Jika beliau memiliki produk CI 100 saja maka uang pertanggungan CI tidak cair karena MBH = 7 hari belum terlewati. Yang cair hanya uang pertanggungan jiwa saja.
  2. Jika beliau memiliki produk CI Plus / CI Accelerated maka uang pertanggungan CI bisa cair karena MBH = 0 hari ditambah dengan uang pertanggungan jiwa yang juga ikut cair beserta nilai tunai/investasinya.

Jika nasabah tidak terlalu yakin jenis produk perlindungan CI yang telah dimiliki langsung konfirmasikan ulang dengan agen penjualnya dan pastikan bahwa produk tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan nasabah. Jika belum memiliki, segera dapatkan proteksi terhadap CI.

Sukai & Bagikan Artikel Kami :

    Menu
    error: Mohon untuk tidak menyalin isi blog ini.