New to site?


Login

Lost password? (close)

Already have an account?


Signup

(close)
25
Mar
Pedang & Perisai

Sore itu Dobi sedang melepas penat pekerjaannya di salah satu kafe langganan sambil menunggu kedatangan sahabatnya, Tora. Seraya menyeruput Macchiato andalan kafe tersebut, Dobi melemparkan pandangan ke arah pintu kafe yang terbuka bergemerincing. Tora menghampiri Dobi sambil tersenyum lebar, “Sori, bro…telat. Macet tadi”. Dobi hanya berujar singkat memaklumi, “Santai aja, bro”. Mereka memang sahabat karib sejak SMA dan pertemuan-pertemuan semacam ini sudah sering mereka agendakan sekedar untuk saling bertukar cerita & berkeluh kesah.

“Bro…ini ada lokasi bagus di pinggir kota. Menurut info dari teman di dinas tata kota kayaknya bakal berkembang tuh areanya”, Dobi mulai bercerita dengan nada serius. Dobi memang seorang agen properti yang tergolong sukses. Sudah tak terhitung properti yang berhasil dia pasarkan mulai dari tanah, rumah, ruko, pabrik, apartemen, dll.

“Gak dulu, bro. Aku lagi fokus nambah asuransi lagi”, sahut Tora sambil mengunyah roti isi daging sapi plus keju kesukaannya. Tora sendiri adalah seorang pekerja kantoran di sebuah perusahaan media yang tidak kalah moncer karirnya dibanding Dobi.

“Bukannya kamu udah ada asuransi?”, balas Dobi keheranan.

“Iya, tapi kurang deh kayaknya”, Tora lalu menambahkan, ”setelah aku baca artikel tentang asuransi kayaknya aku harus lebih condong ke asuransi daripada investasi, nih bro”.

Mulailah perdebatan seru berlangsung antara Dobi & Tora. Keduanya sama-sama tidak canggung berdiskusi terbuka sambil sedikit ngotot-ngototan. Keduanya juga saling melemparkan argumen untuk menyanggah pendapat lawan bicaranya. Namun, tidak sekalipun mereka tersinggung, marah atau baper saat diskusi berlangsung.

Saking serunya mereka beradu pendapat mereka tidak sadar bahwa Nero sudah berdiri di samping mereka. “Hola, lagi bertengkar apa nih kok seru banget kayaknya?”, Nero menyapa. Kontan, Dobi & Tora menghentikan obrolan mereka dan sambil tertawa mempersilakan Nero duduk. Nero adalah teman kuliah Tora, namun mereka bertiga sudah saling mengenal dengan baik. Nero sendiri berprofesi sebagai agen asuransi yang juga sukses selama 7 tahun kiprahnya di bidang asuransi. Sebelum menekuni asuransi Nero memiliki usaha di bidang jasa angkutan barang.

Setelah memesan minuman dan mengetahui duduk perkara perdebatan yang heboh antara Dobi & Tora, Nero minta izin ikut nimbrung percakapan mereka.

“Begini, menurut saya, asuransi & investasi itu tidak bisa dipertentangkan. Tidak ada yang lebih penting atau lebih tidak penting antara dua hal tersebut. Idealnya, asuransi dan investasi itu harus seiring sejalan saling melengkapi. Ibaratnya, seperti pedang & perisai”, kata Nero.

“Buat perang gitu, bro?”, canda Tora. Mereka bertiga tergelak.

Please, elaborate”, sambung Dobi keinggris-inggrisan.

Sambil meletakkan cangkir kopinya Nero melanjutkan, “Pedang itu sifatnya aktif ofensif. Apapun alasan penggunaan pedang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil. Sedangkan perisai bersifat pasif defensif yang fungsi utamanya adalah melindungi hasil. Investasi itu pedang & asuransi itu perisai”, urai Nero sambil bergantian menatap Dobi & Tora yang serius menyimak.

“Bukankah fungsi pedang & perisai bisa dipertukarkan?”, Dobi mencoba berargumen.

Nero menjawab, “Memang. Dalam kasus-kasus khusus bisa saja itu dilakukan secara terbatas oleh orang-orang yang kemampuannya tinggi. Namun, dalam sebagian besar kejadian hal itu tidak akan optimal. Gunakanlah segala sesuatu sesuai fungsinya maka kamu akan mendapatkan hasil sesuai upaya & harapanmu”. Dobi & Tora kompak manggut-manggut mendengarkan paparan singkat dari Nero tersebut.

“Cocok, nih”, kata Tora.

“Yoi, masuk akal sih”, sambung Dobi, ”kapan-kapan kita ngobrol kayak gini lagi deh. Seru.” Nero tergelak, “Lain waktu biar Dobi yang cerita tentang investasi”.

Mereka bertiga akhirnya berpisah setelah obrolan ringan singkat dengan Bleki, si pemilik kafe, yang sempat menyapa mereka.

Sukai & Bagikan Artikel Kami :

    Menu
    error: Mohon untuk tidak menyalin isi blog ini.