Sejatinya, asuransi dan investasi itu jauh berbeda. Terutama dari sisi tujuan serta manfaatnya. Tujuan asuransi sudah jelas untuk mempersiapkan perlindungan finansial keluarga. Sedangkan investasi bertujuan mempertahankan bahkan menambah nilai aset melalui cara-cara yang dianggap mampu mengalahkan inflasi (baca artikel : Pencuri Tak Kasat Mata). Produk asuransi bisa diperoleh umumnya dalam bentuk polis asuransi. Sedangkan produk investasi bisa dimiliki dalam bentuk yang lebih beragam; mulai dari surat berharga, properti, logam mulia / batu berharga, barang-barang koleksi, bahkan hewan peliharaan.

Asuransi dan investasi sama-sama berguna serta diperlukan agar kondisi finansial suatu keluarga terjaga dengan baik. Walaupun kita butuh keduanya dan tidak bisa dibanding-bandingkan, namun masih banyak orang yang mempertentangkan dua produk tersebut.

“Gak perlu asuransi. Aku udah ada banyak investasi kok”.

“Bayar premi 10 tahun hasilnya kok lebih rendah dari reksadana?”.

“Lebih sip investasi daripada asuransi, hasilnya lebih banyak”.

Kalimat-kalimat tersebut sering dilontarkan oleh calon nasabah saat menerima paparan dari agen asuransi. Memang nasabah tidak sepenuhnya keliru, karena masih ada agen-agen asuransi yang tidak tepat dalam menyampaikan fungsi dan tujuan asuransi.

Jadi, benarkah anggapan bahwa investasi lebih penting daripada asuransi? Tergantung. Jika seseorang sudah mampu memastikan apakah dia akan mengalami musibah atau tidak serta kapan terjadinya musibah tersebut, maka betul…..dia tidak butuh asuransi cukup investasi saja. Tapi, selama suatu musibah masih menjadi salah satu misteri kehidupan maka, suka tidak suka,  setiap orang perlu memiliki asuransi. Karena musibah penyakit kritis atau meninggal dunia bisa datang kapan saja, tidak pandang bulu, serta tidak menunggu apakah dana darurat maupun investasi kita sudah terkumpul banyak atau belum. Kehidupan keluarga di masa mendatang dipertaruhkan di sini.

Lalu bagaimana menyikapinya? Para keluarga muda yang rata-rata menghadapi masalah keterbatasan anggaran sering kali berjibaku dengan pilihan ini : investasi atau asuransi. Jalan tengah paling mudah yang bisa diambil adalah 50% investasi & 50% asuransi. Jika hal tersebut masih tidak memungkinkan lebih baik mendahulukan asuransi. Karena, terlambat berinvestasi memang akan membuat kita terlambat mengembangkan aset. Namun, terlambat berasuransi bisa menjerumuskan keluarga kita ke dalam jurang bencana finansial yang berdampak luas & fatal.

Marketing

Marketing

Saya adalah mitra bisnis Allianz yang berkomitmen memberikan layanan perlindungan sepenuh hati & sepenuh waktu bagi anda. jika anda ingin memiliki perlindungan terbaik dan atau peluang bisnis yang membuat anda mampu mengelola waktu serta keuangan yang jauh lebih fleksibel, silahkan hubungi saya di nomor +6281 325 325 171

Leave a Reply

Mulai chat
1
Butuh Bantuan ?
Halo, terima kasih telah mengunjungi Asuransi Jiwa dan Umum Terbaik Indonesia, kami akan melayani Anda dengan sepenuh hati. Silahkan klik tombol "Mulai Chat"